Siaran Pers LBH Jakarta Nomor 106/SK-Rilis/II/2017 Presiden Dihalang-halangi atau Menolak Bertemu dengan Si Pencari Keadilan Surat yang dikirimkan oleh LBH Jakarta dengan nomor 20/SK-ADV-FTR/I/2016 Perihal Permohonan audiensi terkait penyelesaian kasus undue delay tabrak lari yang menimpa anak dari Sdr. Indra Azwan, Sdr.Rifkhi Andhika tidak disampaikan dengan baik oleh Kementerian Sekretariat Negara. Saat mengkonfirmasi kesediaan Presiden
23 Tahun Perjuangan Indra Azwan: Mengejar Keadilan Dari Sabang sampai Merauke Rilis Pers LBH Jakarta Nomor 2214 /SK-Rilis/XI/2016 Selesai sudah aksi Indra Azwan pejuang pencari keadilan berjalan kaki keliling Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Sejak 9 Februari 2016 Indra memutuskan kembali melakukan aksi jalan kaki untuk menggemakan tuntutannya agar oknum polisi pelaku tabrak lari putranya
Rilis Pers LBH Jakarta Nomor 1668/SK-Rilis/VIII/2016 23 Tahun Perjuangan Indra Azwan: Perkembangan Terkini Proses Jalan Kaki Se-Indonesia Indra Azwan pejuang pencari keadilan sedang dalam proses berjalan kaki keliling Indonesia. Sejak 9 Februari 2016 Indra memutuskan melakukan aksi jalan kaki. Ia mengawali aksinya dari Aceh, dan saat ini Indra telah sampai di Ambon. 29 kota telah
Setelah memulihkan tenaganya selama satu minggu di Jakarta, Indra Azwan hari ini kembali melanjutkan aksi jalan kakinya keliling Nusantara untuk mencari keadilan (03/05). Indra akan memulai perjalanannya dari Bogor, dan akan singgah sebentar di depan Istana Bogor untuk melakukan aksi protes. Sebelumnya, sejak 9 Februari 2016 (tiga bulan), Indra berjalan kaki melintasi Sumatera. Aceh –
Press Release Aksi Longmarch Indra Azwan dari Sabang hingga Merauke Jumat, 22 April 2016 Indra Azwan akan melalui Ibukota Indonesia, Jakarta. Sesampainya Indra di Jakarta adalah bagian dari rute aksinya berjalan kaki keliling Indonesia untuk mencari keadilan yang hilang untuk putra tercintanya, Almarhum Rifki Andika yang menjadi korban tabrak lari seorang Polisi bernama Kompol Joko
Jakarta, LBH Jakarta—Pemandangan di depan Mabes TNI kali ini sedikit berbeda, 22/09. Perbedaan itu terjadi karena aksi duduk diam dan membentangkan spanduk mencari keadilan yang dilakukan seorang diri oleh Indra Azwan. Indra Azwar adalah seorang pencari keadilan bagi kasus tabrak lari yang menyebabkan putranya meninggal. Kejadian yang menyebabkan putra (Alm Rifki Handika ) dari Indra