PRESS RELEASE Ujaran Kebencian yang mengancam kebhinnekaan masih terus terjadi di Negeri ini. Kali ini, menjelang naiknya Wakil Gubernur Basuki Purnama (Ahok) menjadi Gubernur menggantikan Jokowi yang mengajukan pengunduran diri dari jabatan Gubernur karena menjadi presiden terpilih. FPI DPD FPI DKI Jakarta menyerukan ke masyarakat umum sikap penolakan terhadap Ahok. Penolakan tersebut disampaikan melalui maklumat
RILIS PERS No. 1119/ SK/LBH/IX/2014 LBH Jakarta, 22 September- Warga Kampung Rawa Budi Raya Kelurahan Kebun Jeruk Jakarta Barat menolak kesewenang-wenangan Gubernur DKI Jakarta yang akan membongkar paksa bangunan rumah tempat warga berteduh dan berinteraksi sosial selama ini. Kesewenang wenangan itu dalam arti warga tidak diberi kesempatan berdialog, belum menerima alternative solusi apapun dan pemenuhan
Jakarta, LBH Jakarta – Warga Pinggir Rel Tanah Abang mendatangi Kantor Gubernur DKI Jakarta, pada Senin (22/9). Sekitar 250 warga yang menamakan dirinya Paguyuban DPR (Daerah Pinggir Rel) tersebut mengungkapkan kekecewaannya pada Pemprov DKI yang menggusur tempat tinggal mereka. Dalam aksi tersebut warga melakukan orasi-orasi yang isinya Menuntut Tempat Tinggal Yang Layak. “Kami juga warga
RILIS PERS No. 1040/SK/LBH/IX/2014 LBH Jakarta, 4 September 2014- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menolak memberikan informasi publik terkait rencana lokasi penggusuran, jumlah warga terdampak dan lampiran peraturan Gubernur Nomor 96,97,98, 99, 100, 101 Tahun 2012 yang berisi penguasaan perencanan bidang tanah proyek 6 ruas jalan tol dalam kota. Pemprov DKI mengelak memberikan informasi tersebut dengan
Tahun 2012 adalah masa transisi kepemimpinan di DKI Jakarta yang sebelumnya Fauzi Bowo dan Prijanto sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2007- 2012 beralih ke Joko Widodo dan Basuki Tjahja Purnama hal ini beralih pula cara mereka memimpin masyarakat DKI Jakarta, salah satu cara yang dapat kita perhatikan adalah masalah penggusuran DKI Jakarta yang terjadi