It was only four weeks ago that two young Australian law graduates, Hannah Figueroa and Jeremy Hutton, touched down in Jakarta to begin a month-long internship at the Legal Aid Institute Jakarta (LBH Jakarta). They undertook their placements as part of the Australian Consortium of In-Country Indonesian Studies Legal Professional Practicum 2018. However, with their
Sebuah Catatan untuk Kawan Dodo Widodo Budidarmo, mendengar kamu meringkuk tak berdaya di rumah sakit saya kaget. Lintasan rasa kehilangan seorang kawan pun terbersit. Seolah kode untuk bersiap hati (lagi). Karena terlalu sering kawan-kawan kita tumbang karena cuek urusan kesehatan. Dan buru-buru saya buang jauh-jauh pikiran itu. Pilihan ini cuma dua: sehat atau mati. Tidak
Mak Bencong, demikianlah aku dan anak-anak di Sumur Batu memanggilnya. Aku besar di lingkungan yang terbilang padat di wilayah Jakarta Pusat dan punya kekeluargaan yang erat. Mak Otik adalah penjual nasi uduk favoritku dan favoritnya. Aku dan anak-anak kecil di lingkungan itu sering meledeknya, karena bagi kami “bencong” adalah sesuatu yang aneh pada waktu itu.
Tribute buat Dodo Oleh: Febi Yonesta “Mayong” Setelah paripurna bersama Arus Pelangi, Dodo menyatakan keinginannya untuk membantu LBH Jakarta sebagai volunter dalam mengembangkan penggalangan dana publiknya yang bernama SIMPUL. Saya menantang Dodo untuk bukan hanya membantu sebagai volunter, akan tetapi untuk secara full-time terjun mengembangkan penggalangan dana publik LBH Jakarta, namun dengan gaji separuh dari
Oleh: Mardiyah Chamim Dodo pernah cerita, sejak SD dia sudah tahu bakal jadi orang merdeka, sudah tahu jalan yang akan dilalui. Ndak banyak orang yang tahu apa yang dia mau sejak kecil. “Saya nikmati kabeh, ben iso ngguyu sak madyo, to, mbak.” (- Saya nikmati semuanya, biar bisa tertawa ala kadarnya) Di SMP, dia banyak
Oleh: Sabri Leurima Komite Mahasiswa Dan Pemuda Anti Kekerasan (Kompak) Tepat 25 Oktober 2017 kemarin, saya mencoba untuk mendaur kembali alam pikiran kita atas sebuah peristiwa berdarah sepanjang peradaban umat manusia, peristiwa itu kita kenal dengan nama “Tak Bai Berdarah”. Tak Bai berdarah yang jatuh pada 25 Oktober 2004 silam sangat dogmatis dan bertalenta dalam
Oleh: Rasyid Ridha Saragih* Sebagai salah seorang “tokoh politik generasi tua”, Sri-Bintang Pamungkas (SBP) kembali membuat pernyataan yang blunder, yang membuat dirinya seolah gagal paham. Ini tercermin dari tulisannya yang bertajuk “Pribumi: Terlalu Cepat… Belum Saatnya!”. Tulisan tersebut beredar banyak di grup-grup Whatsapp, dan pun hadir di grup Whatsapp yang saya ikuti. Dalam tulisan tersebut,
oleh: Bramantya Basuki Begitu gaduhnya pemilihan umum kepala daerah DKI Jakarta 2017 seharusnya bisa dianggap positif sebagai tanda dinamisnya demokrasi di Indonesia. Namun sayangnya, sumber keributan tersebut kebanyakan berkutat pada politik identitas dalam bentuk penggunaan sentimen agama, ras, dan pruralisme semu. Bahkan strategi kampanye menjijikan seperti intimidasi, pelabelan sosial, dan politik uang seolah diterima begitu
Thailand merupakan Negara Kerajaan di Asia Tenggara yang memiliki populasi sekitar 65 juta orang. Thailand baru dikenal pada tahun 1939 yang ratusan tahun sebelumnya dikenal dengan Negara Siam. Thailand memiliki sejarah atas kekerasan dan pemberontakan, hal ini mulai terjadi ketika Thailand (Siam pada masa itu) menganeksasi Kesultanan Patani (catatan: “Patani” adalah Kesultanan Thailand Selatan, sedangkan