Siaran Pers Bersama Pandemi COVID-19 di Indonesia memunculkan kekhawatiran di masyarakat mengenai ketidakmampuan fasilitas kesehatan menampung dan melayani pasien. Hasil studi yang dilakukan oleh Amrta Institute, Lokataru Foundation, YLBHI, LBH Jakarta, Rujak Center for Urban Studies dan Urban Poor Consortium mengungkapkan bahwa 88,4 % responden khawatir layanan kesehatan tidak mampu menampung warga yang sakit. Kekhawatiran
Nama saya Nicko A. Suhuniap, umur 24 tahun. Saya berasal dari Yahukimo, Papua. Saya pindah ke Bandung untuk berkuliah sejak tahun 2011, dan setahun belakangan ini saya pindah ke Bogor. Saya sudah sejak lama memperingati 1 Desember bersama kawan-kawan tiap tahunnya. Saya tidak pernah ingin berbuat kasar. Saya mahasiswa. Sebelum aksi juga saya dan kawan-kawan
Hasan Mahri (HM), Korban kecelakaan Transjakarta harus menjalani amputasi pada kaki kirinya di Rumah Sakit Husada pada 4 juni 2014 lalu. Kejadian ini bermula ketika HM yang hendak menaiki busway dari sawah besar menuju Blok M, sesaat setelah pintu otomatis busway tertutup, maka HM pun terjatuh ke kolong bus transjakarta dan paha kirinya terlindas. Pada