Pers Rilis Nomor 61/RILIS-LBH/II/2021 LBH Jakarta mengingatkan pemerintah baik pusat maupun daerah, untuk serius memastikan upaya penanggulangan bencana banjir Jabodetabek berjalan dan mengevaluasi berbagai kebijakan pembangunan yang berdampak pada kerusakan lingkungan. Hal ini untuk memberikan jaminan pemenuhan hak atas kesehatan dan lingkungan hidup yang sehat bagi masyarakat terlebih dalam situasi pandemi Covid-19 yang mengancam keselamatan
Karya Latihan Bantuan Hukum (Kalabahu) 40 kembali digelar LBH Jakarta, Kamis (11/04). Memasuki pekan ke 2 ini para peserta mendapatkan materi tentang Hak dan Perlindungan Pencari Suaka. Materi ini disampaikan oleh Gading Gumilang Putra dari Jesuit Refugee Service (Jrs) yang aktif mengadvokasi hak-hak para pencari suaka. Dalam materinya Gading menjelaskan tentang setiap orang yang datang
Rilis Pers: 808/SK-RILIS/VII/2018 LBH Jakarta mendesak Presiden Joko Widodo, Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk segera mencari solusi bersama dalam membantu pengungsi yang terlantar di depan Rumah Detensi Imigrasi Kalideres, Jakarta Barat. Para pengungsi terlantar yang berasal dari Afghanistan, Sudan, dan Somalia adalah korban persekusi dan konflik
Rilis Pers Hari Pengungsi Dunia 20 Juni 2016 Jakarta, 20/6 –Dengan menggunakan #BersamaPengungs iatau #WithRefugees, SUAKA bersama-sama dengan berbagai komunitas pengungsi lintas batas di Jakarta dan Bogor menyelenggarakan peringatan Hari Pengungsi Dunia yang jatuh setiap tanggal 20 Juni sebagai kampanye untuk mendapat dukungan dan simpati publik Indonesia agar menyambut para pengungsi lintas batas dengan tangan
The international refugee crisis has finally reached a turning point. Led by Germany and followed by Austria, European countries have begun to open their borders. But how will the displacement of millions of people from Middle East countries affect Indonesia and our neighbor to the south — Australia? Many refugees arrive in Indonesia as the
Siaran Pers Jakarta, 7 Juni 2014 -SUAKA, Jaringan Kerja Masyarakat Sipil Indonesia untuk Perlindungan Pengungsi, dinominasikan dalam Namati Justice Prize pada akhir Juni 2015 lalu. Namati Justice Prize adalah hadiah global yang pertama kali di dunia untuk organisasi akar rumput untuk mengapresiasi dampak, keberlanjutan dan inovasi di pemberdayaan hukum. The Justice Prize diberikan untuk menghargai
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) bersama dengan Dompet Dhuafa, SUAKA, dan The Wahid Institute mendorong Pemerintah Indonesia untuk memerhatikan pengungsi internasional, khusunya pengungsi Rohingya. “Kami mendorong pemerintah Indonesia untuk segera membentuk kerangka hukum untuk menangani masalah pengungsi dan pencari suaka,” papar Febi Yonesta dari LBH Jakarta sekaligus perwakilan SUAKA, Sabtu (20/6/2015). Febi menambahkan, para pengungsi menerima
Saya sangat prihatin dengan pemberitaan Kompas cetak edisi 13 Mei 2015, di halaman 6 dengan judul “Keprihatinan atas Imigran Gelap”. Pasalnya, penggunaan istilah “imigran gelap” sangat tidak tepat digunakan untuk menyebut para pencari suaka atau pengungsi Internasional, baik yang berasal dari Myanmar atau negara asal lainnya. Sebaliknya, istilah tersebut merupakan stigma negatif yang memberi dampak
Siaran Pers: Solidaritas Lintas Iman untuk Rohingya Beberapa tahun terakhir ini, sejumlah negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, menghadapi gelombang pencari suaka dan pengungsi Rohingya asal Myanmar dan Banglades. Sebagaimana dilansir oleh berbagai media, baru-baru ini kapal-kapal pembawa ratusan pengungsi Rohingya sempat ditolak aparat keamanan Indonesia, Malaysia, dan Thailand untuk berlabuh di wilayahnya. Menurut sumber