PETISI GERAKAN RAKYAT MELAWAN LUPA Dan AKSI KAMISAN KE 357 Demokrasi dan kebebasan yang kita rayakan saat ini sesungguhnya adalah hasil dari perjuangan segenap rakyat Indonesia melawan rezim otoritarian Orde Baru. Perjuangan itu diwarnai oleh jatuhnya korban jiwa dari masyarakat dan mahasiswa. Kita semua memiliki hutang sejarah terhadap seluruh korban kasus pelanggaran HAM masa lalu,
Jakarta, LBH Jakarta – Kamis (26/06/2014), LBH Jakarta bersama dengan Persatuan Pegiat Usaha Stasiun Jabodetabek (Perpustabek) sebagai korban pengusiran paksa PT KAI, BEM FH UI, dan BEM UI mendatangi kedua markas pemenangan calon presiden Republik Indonesia. Mereka datang untuk menyerahkan Evaluasi Pemerintahan SBY dan Rekomendasi Pedagang Stasiun Korban Pengusiran Paksa. Hal tersebut mereka lakukan sebagai
Jakarta, LBH Jakarta – (Kamis pagi 26/06/2014) suasana di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sudah terlihat ramai karena perwakilan dari Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) melaporkan calon presiden Prabowo Subianto. Hal ini didasari oleh beredarnya surat berisi visi dan misi calon presiden Prabowo Subianto kepada guru-guru di beberapa sekolah. “karena di dalam surat tersebut ada visi
Hasan Mahri (HM), Korban kecelakaan Transjakarta harus menjalani amputasi pada kaki kirinya di Rumah Sakit Husada pada 4 juni 2014 lalu. Kejadian ini bermula ketika HM yang hendak menaiki busway dari sawah besar menuju Blok M, sesaat setelah pintu otomatis busway tertutup, maka HM pun terjatuh ke kolong bus transjakarta dan paha kirinya terlindas. Pada
Jumat, (21/6), SUAKA, LBH Jakarta dan didukung oleh Dompet Dhuafa memprakarsai acara yang bertajuk “Refugee Rights Are Human Rights” di Gedung LBH Jakarta. Peringatan ini diikuti kurang lebih 40 pengungsi yang terdiri dari orang tua dan anak-anak. Berdasarkan data UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees) per Januari 2014, saat ini di Indonesia terdapat 3.206
Kamis 19/6/2014, diskusi berjudul “Evaluasi dan Rekomendasi untuk Capres-Cawapres 2014 dalam Perlindungan dan Kesejahteraan Pedagang Stasiun” diselenggarakan di gedung LBH Jakarta. Diskusi ini diselenggarakan oleh BEM FH UI yang bekerjasama dengan LBH Jakarta dan Perpustabek (Persatuan Pegiat Usaha Stasiun seJabodetabek). Pada diskusi publik ini panitia menghadirkan Otto Nur Abdullah Komisioner Komnas HAM, Handika Febrian selaku
Dugaan salah tangkap dan penyiksaan yang dilakukan oleh enam oknum anggota kepolisian dari Polres Metro Jakarta Pusat terhadap Zulfikar, membuat ibu dan kuasa hukum korban mengadu ke Komnas HAM. Pengaduan tersebut rencananya akan dilakukan pada hari Senin (23/6), jam 10.00 wib. Sebelumnya, terkait permasalahan yang sama Ibu Zulfikar telah mengadu ke Kompolnas dan menggugat praperadilankan
Lampiran 1 Kerangka Acuan Diskusi Publik “Evaluasi dan Rekomendasi untuk Capres – Cawapres 2014 dalam Perlindungan dan Kesejahteraan Pedagang Stasiun” A. PENDAHULUAN Sejak Desember 2012 sampai Agustus 2013 kemarin PT. KAI (Persero) melakukan pengusiran paksa tershadap seluruh pedagang kios yang berjualan di area stasiun kereta api Sejabodetabek. Pengusiran tersebut mengakibatkan 2617 Pedagang kehilangan
Selasa 17 Juni 2014, Enam orang Polisi dari Polres Metro Jakarta Pusat yang diduga melakukan penyiksaan dan perampasan uang terhadap Zulfikar dan Baharruddin dilaporkan ke Kompolnas pada 11 Juni lalu oleh kuasa hukumnya. Kuasa Hukum dari Zulfikar, Lana Teresa Siahaan mengatakan bahwa : “Ke-enam polisi yang menangkap Zulfikar dan Bahar telah melakukan penganiayaan, selain itu