Serikat pekerja yang tergabung dalam gerakan bersama buruh/pekerja di BUMN (Geber BUMN) menilai kondisi kerja para pekerja outsourcing sangat memprihatinkan. Menurut anggota Geber BUMN dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Musriyanto, minimnya fasilitas keselamatan kerja membuat pekerja outsourcing dirugikan. Banyakpekerja outsourcing yang kesehatannya terganggu dan bahkan sampai meninggal dunia. Ia mencontohkan nasib seorang pekerja
Liputan6.com, Jakarta : Massa dari Gerakan Bersama Serikat Buruh BUMN (Geber BUMN) mendesak kementerian BUMN serius mendalami kasus kecelakaan kerja yang menimpa para buruh. Hal ini terkait dengan meninggalnya seorang pekerja outsourcing PLN di Bekasi. Menurut Koordinator pengacara publik LBH Jakarta Maruli Tua Rajagukguk kasus kecelakaan kerja merupakan masalah serius yang harus disikapi. “Langkah-langkah ke
Ratusan pekerja outsourcing Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tergabung dalam Gerakan Bersama Pekerja (Geber) BUMN berencana akan menggelar aksi unjuk rasa. Dalam aksi ini, mereka menuntut kejelasan aturan outsourcing yang diberlakukan bagi pekerja tidak tetap di lingkungan BUMN. Geber BUMN menilai panitia kerja (panja) yang telah dibentuk oleh Menteri BUMN, Menakertrans bersama dengan Komisi
INILAH.COM, Jakarta – Gerakan Bersama Buruh (GEBER) di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menilai, ada beberapa BUMN yang nakal dan tidak menjalankan undang-undang tenaga kerja sebagai mana mestinya. Mereka menuntut untuk diangkat menjadi karyawan tetap setelah tiga kali berturut-turut menjadi karyawan kontrak. “(Buruh) Jateng, Jakarta hampir 30% masa kerja di atas tiga tahun, bahkan sudah
Jurnas.com | Para pekerja di perusahaan Badan Usaha Milik NEgara (BUMN) mengancam akan melakukan mogok nasional demi mendorong penyelesaian masalah pekerja alih daya (out sourcing) di perusahaan-perusahaan BUMN. Ancaman dari para pekerja yang tergabung dalam Gerakan Bersama Buruh/Pekerja di BUMN (Geber BUMN) ini, menyusul panitia kerja (panja) out sourcing di Komisi IX DPR yang tak juga menyelesaikan
TEMPO.CO, Jakarta – Sejumlah pengamen Cipulir kemarin melakukan aksi unjuk rasa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Mereka demo membela kawan-kawannya yang disidang karena dianggap melakukan pembunuhan. “Mereka cuma korban salah tangkap, bukan pembunuh,” ujar Dusep, 18 tahun, salah satu kawan terdakwa saat ditemui di Cipulir, Jumat, 20 September 2013. Ia mengatakan saat kejadian, para terdakwa
JAKARTA,KOMPAS.com — Sekitar 30 pengamen asal Kebayoran Lama berunjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (19/9/2013) siang. Mereka menuntut pembebasan enam rekan mereka. Enam pengamen itu didakwa dalam kasus penganiayaan terhadap Diki Maulana, yang ditemukan tewas di bawah flyover Cipulir pada akhir Juni lalu. “Kami minta teman kami dibebaskan. Mereka tidak bersalah, kami hanya
Jakarta – Kawasan wisata Museum Fatahillah Jakarta mulai 26 Agustus 2013 lalu resmi ditata oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Melalui Walikota Jakarta Barat dan Dinas Koperasi dan UMKM, secara simbolik para Pedagang Kaki Lima (PKL) diberikan alat penunjang berdagang seperti gerobak dan tenda. Namun, penataan tersebut justru menimbulkan masalah baru di kawasan tersebut. Menurut
PT Doosan Cipta Buana Jaya menggugat dua orang buruhnya, salah satunya Umar Farouq (31), senilai Rp 2,04 miliar. Perusahaan menggugat mereka karena dianggap memprovokasi buruh lainnya untuk mogok kerja pada 7 dan 8 Maret lalu. PT Doosan Cipta Buana Jaya, melalui kuasa hukumnya Sugiharto menyebut aksi mogok itu ilegal dan menurunkan omzet perusahaan yang bergerak